Konflik Limbah dan Pengelolaannya di Kota Surabaya: Dialog Masyarakat dan Pemerintah untuk Mendukung SDG 12

Rabu,22 Oktober 2025 - 06:48:15 WIB
Dibaca: 191 kali

Kota Surabaya, sebagai pusat industri dan urbanisasi terbesar kedua di Indonesia, menghadapi tantangan serius terkait pengelolaan limbah industri yang berdampak pada pencemaran lingkungan dan kesehatan masyarakat. Permasalahan ini relevan dengan tujuan nomor 12 dalam Sustainable Development Goals (SDG 12), yaitu menciptakan pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab serta pengelolaan limbah secara berkelanjutan.

Masalah utama yang dihadapi Surabaya adalah tingginya volume limbah industri yang belum sepenuhnya terkelola dengan baik. Limbah cair dan padat yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) sering masuk ke lingkungan sekitar, menyebabkan pencemaran air, tanah, dan udara yang membawa risiko penyakit bagi masyarakat, terutama yang tinggal dekat dengan kawasan industri. Selain itu, tumpukan sampah dan limbah rumah tangga yang belum terolah dengan baik menambah beban lingkungan perkotaan ini.

Untuk menanggulangi masalah tersebut, pemerintah Kota Surabaya menginisiasi dialog terbuka antara masyarakat, pelaku industri, dan lembaga pemerintah sebagai bagian dari pendekatan manajemen konflik yang mendukung SDG 12. Dialog ini bertujuan menciptakan kesepahaman dan komitmen bersama dalam pengelolaan limbah industri yang lebih baik dan ramah lingkungan.

Salah satu terobosan penting adalah pengembangan program bank sampah dan Rumah Kompos yang melibatkan masyarakat sebagai pengelola limbah domestik dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Meski demikian, pengelolaan limbah industri memerlukan koordinasi dan regulasi ketat agar perusahaan mematuhi standar pengelolaan limbah sesuai peraturan daerah dan nasional.

Pemerintah Surabaya juga meningkatkan kapasitas dan fasilitas pengolahan limbah dengan menyediakan tempat pengolahan limbah terpadu dan mendorong investasi teknologi ramah lingkungan di sektor industri. Selain itu, edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya pengelolaan limbah berkelanjutan terus digalakkan agar masyarakat dan pelaku usaha lebih sadar akan dampak lingkungan.

Transparansi informasi mengenai limbah dan pengelolaan lingkungan menjadi kunci dalam meningkatkan akuntabilitas perusahaan serta memperkuat kepercayaan masyarakat. Penggunaan platform digital untuk pelaporan dan pemantauan limbah menjadi alat efektif dalam mendukung pengawasan dan pengendalian polusi.

Meski telah ada kemajuan, masih ditemukan kendala seperti kurangnya kesadaran sebagian pelaku industri, keterbatasan fasilitas pengolahan limbah, serta koordinasi antar lembaga yang belum maksimal. Oleh karena itu, kolaborasi berkelanjutan antara berbagai pemangku kepentingan sangat penting untuk memperkuat pengelolaan limbah secara holistik.

Pengelolaan limbah industri di Surabaya yang melibatkan dialog dan kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah adalah langkah strategis untuk mendukung SDG 12. Pendekatan ini tidak hanya menurunkan risiko pencemaran dan penyakit tetapi juga mendorong pembangunan ekonomi yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.


Untag Surabaya || SIM Akademik Untag Surabaya || Elearning Untag Surabaya