Pelatihan Pengelolaan Wisata Bahari dan Konservasi Mangrove untuk Karang Taruna di Situbondo

Rabu,22 Oktober 2025 - 06:28:57 WIB
Dibaca: 84 kali

Kabupaten Situbondo, yang terletak di ujung timur Pulau Jawa dan memiliki garis pantai sepanjang lebih dari 90 kilometer menghadap Laut Jawa dan Selat Bali, merupakan salah satu wilayah dengan potensi besar dalam pengembangan wisata bahari dan konservasi ekosistem mangrove. Keanekaragaman hayati dan ekosistem pesisir yang masih relatif alami menjadikan Situbondo kawasan strategis untuk Blue Marine Tourism yang berkelanjutan.

Wilayah pesisir Situbondo didominasi oleh kombinasi hutan mangrove, terumbu karang, dan muara sungai yang menyediakan habitat bagi berbagai spesies laut dan burung migran. Kawasan seperti Kawasan Mangrove Kalimantung dan Taman Nasional Baluran menjadi pusat perhatian dalam usaha konservasi dengan peluang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi dan ekowisata.

Dalam konteks tersebut, pelatihan pengelolaan wisata bahari dan konservasi mangrove bagi Karang Taruna menjadi sangat penting. Karang Taruna di Situbondo dipersiapkan untuk menjadi ujung tombak pengelolaan wisata bahari yang bertanggung jawab, yang tidak hanya menonjolkan keindahan alam tetapi juga menjaga kelestarian ekosistem sekitar.

Pelatihan ini mencakup pengetahuan teknis mengenai teknik konservasi mangrove, pengelolaan destinasi wisata bahari seperti snorkeling, diving, dan mangrove trekking, serta keterampilan dalam pelayanan wisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Peningkatan kapasitas ini didukung dengan pemahaman pengembangan ekosistem wisata yang berbasis komunitas, yang mengutamakan pelibatan lokal dan pemberdayaan pemuda.

Karang Taruna juga dilatih dalam aspek pemasaran digital dan penggunaan media sosial untuk mempromosikan destinasi wisata pesisir Situbondo yang kaya akan nilai edukasi dan konservasi. Pendekatan ini bertujuan menarik wisatawan nasional dan mancanegara, sekaligus membangun kesadaran lingkungan yang lebih luas.

Geografi pesisir Situbondo yang terdiri dari pantai berpasir, hutan mangrove yang luas, serta lokasi konservasi bersebelahan dengan kasawan savana di Baluran menuntut pendekatan integratif dalam pelatihan agar pengelolaan wisata dapat berjalan seimbang antara atraksi alam dan konservasi.

Kesuksesan pelatihan ini diharapkan dapat memberdayakan Karang Taruna menjadi pelopor pelestarian lingkungan sekaligus pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan. Dengan dukungan pemerintah daerah dan berbagai stakeholder, Situbondo dapat menjadi model pengembangan Blue Marine Tourism yang menjaga keindahan sekaligus fungsi ekologis pesisir.

Studi kasus pelatihan Karang Taruna ini memberikan contoh nyata bagaimana pemberdayaan pemuda di daerah pesisir dengan karakteristik geografis khusus dapat mendukung pembangunan pariwisata yang bertanggung jawab dan berdampak positif bagi lingkungan dan ekonomi lokal.


Untag Surabaya || SIM Akademik Untag Surabaya || Elearning Untag Surabaya