Penerapan Best Practice serta Next Practice dalam Manajemen Strategis

Jumat,03 Oktober 2025 - 20:05:17 WIB
Dibaca: 209 kali

 

Dalam lanskap bisnis yang terus berubah cepat, keberhasilan organisasi tidak hanya diukur oleh cara mereka menjalankan operasi saat ini, tetapi juga oleh bagaimana mereka mempersiapkan diri menghadapi masa depan. Konsep Best Practice dan Next Practice menjadi dua pilar penting dalam manajemen strategis yang perlu dipahami dan diterapkan secara seimbang agar organisasi dapat bertahan dan unggul.

Best Practice dikenal luas sebagai metode, proses, atau strategi yang sudah terbukti efektif. Organisasi menggunakan Best Practice untuk mengadopsi cara terbaik dalam menjalankan fungsi bisnisnya berdasarkan pengalaman yang telah teruji. Hal ini memberikan keunggulan berupa efisiensi operasional, pengurangan risiko, dan kemampuan menghasilkan hasil konsisten. Contoh implementasi Best Practice adalah perusahaan manufaktur yang mengadopsi Six Sigma untuk meningkatkan kualitas produk dan mengurangi cacat.

Namun, dunia bisnis tidak pernah berhenti bergerak. Best Practice yang dulu unggul dapat kehilangan relevansi saat terjadi perubahan lingkungan bisnis atau kemunculan teknologi baru. Di sinilah Next Practice hadir sebagai pendekatan yang lebih visioner dan inovatif. Next Practice berfokus pada praktek masa depan yang belum menjadi standar industri, menantang kebiasaan lama dengan penciptaan solusi dan model bisnis baru yang berpotensi mengubah pasar.

Best Practice bersifat konservatif dan menekankan pengulangan sukses. Ini sangat berguna untuk menjaga operasional stabil dan efisien. Namun, keterbatasannya terletak pada ketidakmampuan menjawab tantangan radikal atau disrupsi pasar, karena lebih berorientasi pada apa yang sudah diketahui.

Sebaliknya, Next Practice mengajarkan organisasi untuk mengambil risiko, mengadopsi pemikiran disruptif, dan berinovasi di luar batas konvensional. Tesla adalah contoh perusahaan yang berhasil menggunakan prinsip Next Practice, dengan inovasi teknologi kendaraan listrik yang merevolusi industri otomotif dan membuka pasar baru yang sebelumnya tidak terlihat.

Organisasi yang hanya mengadopsi Best Practice akan sulit beradaptasi dengan perubahan cepat. Mereka menjadi pengikut, bukan pemimpin. Sebaliknya, yang berani menerapkan Next Practice berpotensi memimpin pasar dan menciptakan terobosan baru.

Desire: Menggabungkan Keduanya untuk Strategi Unggul

Kombinasi Best Practice dan Next Practice memberikan strategi yang seimbang. Best Practice memberikan fondasi kuat berupa efisiensi dan keandalan operasional, sedangkan Next Practice mendorong inovasi dan keunggulan kompetitif jangka panjang. Pemimpin strategis harus mampu mengelola keseimbangan ini dengan menciptakan kultur organisasi yang mendukung pembelajaran berkelanjutan, eksperimen terbuka, dan kolaborasi lintas fungsi.

Budaya ini memfasilitasi peralihan dari Best Practice ke Next Practice secara bertahap, mengurangi risiko kegagalan inovasi sekaligus memastikan kestabilan bisnis. Dengan demikian, organisasi tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dengan cara yang adaptif dan berkelanjutan.

Untuk menerapkan kedua pendekatan ini, organisasi harus mulai dengan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap praktik bisnis saat ini dan mengidentifikasi area yang sudah optimal serta yang berpotensi untuk inovasi. Selanjutnya, formulasi roadmap inovasi harus memasukkan elemen Next Practice dengan alokasi sumber daya yang memadai untuk eksperimen dan pengembangan produk atau proses baru.

Studi kasus Southwest Airlines dapat menjadi inspirasi transformasi bagaimana perusahaan menciptakan metode inovatif dalam operasional yang jauh melampaui Best Practice industri penerbangan. Demikian pula, PT Gojek yang memadukan Best Practice digital dan Next Practice inovasi layanan untuk mendominasi pasar ride-hailing di Asia Tenggara.

Pemimpin harus memimpin dengan visi yang jelas, sekaligus menanamkan manajemen risiko yang terukur untuk menjaga keberlangsungan operasional saat mencoba Next Practice.


Untag Surabaya || SIM Akademik Untag Surabaya || Elearning Untag Surabaya