Peningkatan Literasi Digital dan Hospitality melalui Triple Helix di Desa Wisata Kebonagung, Pacitan

Kamis,09 Oktober 2025 - 10:21:06 WIB
Dibaca: 229 kali

Di tengah derasnya arus digitalisasi, desa wisata bukan lagi sekadar tempat rekreasi alami, tapi juga bagian dari ekosistem ekonomi kreatif yang perlu melek teknologi. Desa Wisata Kebonagung di Kabupaten Pacitan adalah salah satu contoh menarik bagaimana kolaborasi lintas sektor bisa mengubah wajah pariwisata lokal.

Kuncinya? Triple Helix Model — sebuah konsep kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan dunia industri yang saling melengkapi.


???? Peran Kampus: Membangun Pengetahuan dan Literasi Digital

Perubahan besar selalu dimulai dari pengetahuan. Melalui peran akademisi, terutama perguruan tinggi mitra seperti Untag Surabaya dan beberapa universitas lokal di Jawa Timur, masyarakat Kebonagung mendapat pendampingan dalam:

  • Pelatihan literasi digital: cara menggunakan media sosial untuk promosi wisata, fotografi digital, hingga pembuatan konten yang menarik wisatawan.

  • Pengenalan platform e-commerce wisata, agar produk lokal seperti kuliner, kerajinan, dan homestay bisa dipasarkan lebih luas.

  • Pembuatan website resmi desa wisata yang menampilkan destinasi unggulan serta kalender kegiatan budaya.

Hasilnya, pelaku wisata mulai memahami pentingnya data digital dan narasi visual yang kuat untuk membangun citra desa mereka.


????? Peran Pemerintah: Fasilitator Infrastruktur dan Regulasi

Pemerintah Kabupaten Pacitan tak tinggal diam. Lewat Dinas Pariwisata dan Kominfo, berbagai langkah dilakukan, seperti:

  • Menyediakan akses internet gratis di area wisata dan menambah titik Wi-Fi publik.

  • Mengadakan pelatihan hospitality bagi pemandu wisata dan pengelola homestay agar pelayanan wisatawan lebih profesional.

  • Meluncurkan kampanye digital “Jelajah Pacitan” yang turut menampilkan Desa Kebonagung sebagai salah satu spot unggulan.

Langkah-langkah ini memperkuat pondasi desa untuk siap bersaing di era wisata digital.


 Peran Industri: Kolaborasi Nyata yang Berdampak

Dari sisi industri, beberapa pelaku usaha dan startup pariwisata ikut terlibat aktif. Mereka:

  • Membantu membangun sistem reservasi online untuk homestay dan paket wisata.

  • Menggandeng influencer lokal dan travel blogger untuk meningkatkan exposure di media sosial.

  • Memberikan pelatihan pelayanan pelanggan (customer service) dan strategi digital marketing berbasis praktik industri.

Kolaborasi ini memberi dampak signifikan terhadap peningkatan daya tarik dan profesionalisme pengelola wisata di Kebonagung.


 Hasil yang Mulai Terlihat

Dari sinergi tiga pihak ini, perubahan nyata mulai terasa:

  • Akun Instagram dan situs Desa Wisata Kebonagung meningkat pesat, dengan interaksi naik lebih dari 100% dalam setengah tahun.

  • Wisatawan mengaku pelayanan di homestay dan area wisata kini lebih ramah, bersih, dan teratur.

  • Pendapatan pelaku UMKM sekitar lokasi wisata meningkat karena lebih banyak wisatawan yang datang dan berbelanja produk lokal.

Dengan kata lain, literasi digital yang baik ikut membuka jalan bagi kesejahteraan masyarakat.


???? Apa yang Bisa Dipelajari dari Kebonagung?

Kisah Desa Wisata Kebonagung mengajarkan bahwa inovasi tidak selalu soal teknologi tinggi. Terkadang, keberhasilan datang dari kolaborasi yang sederhana tapi berkelanjutan — di mana akademisi berbagi ilmu, pemerintah mendukung kebijakan, dan industri memberi pengalaman praktik.

Ke depan, sinergi ini bisa ditingkatkan melalui pembentukan “Desa Wisata Learning Hub”, tempat masyarakat terus belajar tentang tren digital, pelayanan wisata, hingga pengelolaan keuangan desa berbasis teknologi.


Untag Surabaya || SIM Akademik Untag Surabaya || Elearning Untag Surabaya