Peran Karang Taruna dalam Pengembangan Blue Marine Tourism Berbasis Konservasi Mangrove di Banyuwangi

Rabu,22 Oktober 2025 - 06:24:33 WIB
Dibaca: 106 kali

Banyuwangi, yang terletak di ujung timur Pulau Jawa, memiliki garis pantai sepanjang sekitar 250 kilometer dengan ekosistem pesisir yang kaya dan beragam, termasuk hutan mangrove yang luas, terumbu karang, dan pantai berpasir putih. Kondisi geografis ini menjadikan Banyuwangi sebagai kawasan potensial untuk pengembangan Blue Marine Tourism atau pariwisata laut biru yang berkelanjutan, khususnya berbasis konservasi mangrove.

Wilayah pesisir Banyuwangi didominasi oleh beberapa kawasan mangrove alami yang membentang di delta sungai dan muara, misalnya di Kecamatan Gambiran dan Kecamatan Songgon, serta kawasan konservasi hutan mangrove di Teluk Hijau dan Pulau Merah. Mangrove ini tidak hanya berfungsi sebagai habitat penting bagi berbagai spesies laut dan burung migran tetapi juga berperan sebagai penyangga alami pantai dari erosi dan gelombang besar, sekaligus menjadi atraksi utama wisata bahari.

Karang Taruna di Banyuwangi memegang peranan strategis dalam menjaga dan mengelola kawasan mangrove ini. Mereka aktif melaksanakan program penanaman mangrove secara rutin, melakukan pembersihan area pesisir dari sampah plastik yang berpotensi merusak ekosistem, serta mengedukasi masyarakat dan wisatawan tentang pentingnya pelestarian hutan mangrove. Intervensi ini mendukung keseimbangan ekosistem yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata edukasi, ekowisata, dan petualangan seperti trekking di hutan mangrove dan kayaking di sekitar muara sungai.

Pelatihan pengelolaan Blue Marine Tourism yang diberikan kepada anggota Karang Taruna mencakup peningkatan pengetahuan konservasi, teknik pelayanan wisata ramah lingkungan, pemasaran digital, serta pemantauan kualitas lingkungan. Hal ini memperkuat kapasitas mereka dalam menjalankan destinasi wisata yang tidak hanya menarik tetapi juga bertanggung jawab secara ekologis.

Pemanfaatan media sosial dan teknologi informasi menjadi bagian integral dalam mempromosikan potensi wisata mangrove Banyuwangi kepada pasar domestik dan internasional. Karang Taruna bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan lembaga swadaya masyarakat untuk menyebarluaskan konten visual menarik yang menonjolkan keindahan ekosistem dan aktivitas wisata unik di kawasan ini.

Pemerintah daerah mendukung peran ini dengan menyediakan fasilitas parkir, akses jalan yang ramah wisatawan, dan pengamanan kawasan, memperkuat sinergi antara komunitas lokal dan pemerintah dalam pengelolaan sumber daya laut.

Studi kasus di Banyuwangi menunjukkan bahwa keterlibatan aktif Karang Taruna dalam pengelolaan konservasi mangrove dan Blue Marine Tourism berhasil meningkatkan kunjungan wisatawan hingga 20% dalam dua tahun terakhir, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem hutan mangrove yang vital bagi kelangsungan hidup laut dan komunitas pesisir.

Kesimpulannya, Karang Taruna di Banyuwangi memainkan peran krusial dalam mengoptimalkan potensi geografis dan ekologis wilayah pesisirnya melalui pengembangan Blue Marine Tourism berbasis konservasi mangrove. Ini menjadi model efektif pemberdayaan pemuda dan komunitas lokal dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan yang berdampak positif bagi lingkungan dan perekonomian daerah.


Untag Surabaya || SIM Akademik Untag Surabaya || Elearning Untag Surabaya