Strategi Karang Taruna Memanfaatkan Ekosistem Mangrove di Probolinggo sebagai Daya Tarik Pariwisata Laut

Rabu,22 Oktober 2025 - 06:37:46 WIB
Dibaca: 172 kali

Kabupaten Probolinggo, yang terletak di pesisir utara Jawa Timur dengan koordinat sekitar -7.728 hingga -7.818 LS dan 113.166 hingga 113.25 BT, memiliki garis pantai yang cukup luas dengan topografi datar dan ketinggian 0-50 meter di atas permukaan laut. Di pesisir utara ini, terdapat ekosistem mangrove yang subur terutama di wilayah Kecamatan Mayangan dan Kademangan yang merupakan bagian dari kawasan pantai utara Kota Probolinggo. Luas hutan mangrove di Kecamatan Mayangan mencapai sekitar 10,89 hektar yang tumbuh di daerah muara terlindung dari gelombang dan angin besar sehingga mendukung pertumbuhan vegetasi khas seperti bakau (Rhizophora apiculata), nipah (Nypa fructicans), dan blukap (Rhizophora mucronata).

Karang Taruna di Probolinggo mengoptimalkan potensi ekosistem mangrove ini dengan mengembangkan wisata bahari berbasis konservasi. Strategi mereka meliputi kegiatan rehabilitasi mangrove dengan penanaman bibit di area yang mengalami degradasi, menjaga kebersihan kawasan pesisir serta edukasi bagi masyarakat dan wisatawan mengenai pentingnya pelestarian mangrove sebagai habitat biota laut dan penyangga pantai dari abrasi serta ancaman gelombang pasang.

Selain konservasi, Karang Taruna juga mengembangkan atraksi wisata mangrove seperti trekking di jalur mangrove dan kajak wisata yang menawarkan pengalaman dekat dengan alam dan keanekaragaman hayati yang kaya. Mereka dilatih dalam manajemen wisata berkelanjutan, pelayanan ramah lingkungan, dan teknologi promosi digital untuk menjangkau wisatawan secara efektif.

Pemanfaatan media sosial dan pembuatan konten edukasi menjadi bagian penting dalam strategi pemasaran destinasi mangrove Probolinggo yang dikelola Karang Taruna, sehingga potensi wisata ini semakin dikenal luas dan berdaya tarik tidak hanya bagi wisatawan lokal tetapi juga mancanegara.

Geografi pesisir Probolinggo yang relatif landai dengan tekstur tanah alluvial coklat kelabu dan hidromorf mendukung kondisi ekologis mangrove yang sehat sekaligus menjadi lokasi ideal untuk aktivitas wisata edukasi yang dikembangkan Karang Taruna. Wilayah ini juga mendukung integrasi antara konservasi, pemanfaatan ekonomi berbasis masyarakat dan mitigasi risiko bencana pesisir.

Kolaborasi Karang Taruna dengan pemerintah setempat dan pemangku kepentingan lainnya memperkuat upaya pengelolaan kawasan mangrove yang berkelanjutan. Pendekatan terintegrasi ini memungkinkan konservasi hutan mangrove berjalan seiring dengan pengembangan ekonomi komunitas melalui pariwisata.

Studi kasus di Probolinggo menunjukkan bahwa strategi Karang Taruna dalam memanfaatkan ekosistem mangrove sebagai daya tarik pariwisata berhasil meningkatkan kunjungan wisata dan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pesisir yang vital bagi keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat pesisir.

Pemanfaatan potensial ekosistem mangrove Probolinggo oleh Karang Taruna yang disesuaikan dengan kondisi geografis pesisir daerah ini merupakan model efektif pengelolaan wisata berkelanjutan yang menguatkan konservasi sekaligus memajukan perekonomian lokal berbasis sumber daya alam.


Untag Surabaya || SIM Akademik Untag Surabaya || Elearning Untag Surabaya